Blog Ade Yusup
Jumat, 28 November 2008
Materi Instalasi Komputer
Kamis, 2008 Mei 01
Materi Instalasi OS Berbasis TEXS
Modul Instalasi Sistem Operasi Redhat Linux 9 Berbasis Text1) Pendahuluan
Setelah memahami bagaimana memahami instalasi sistem operasi jaringan berbasis text Redhat Linux 9, pada kegiatan belajar yang ketiga ini peserta diklat berlatih untuk melakukan instalasi system operasi jaringan sesuai dengan instruksi manual book yang akan diberikan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan instalasi system operasi jaringan berbasis text diantaranya adalah sebagai berikut :
a) Kesesuaian proses instalasi sistem operasi jaringan dengan instruction manual
b) Keseluran file sistem, folder telah tercopi Instalasi yang baik adalah instalasi yang sesuai dengan yang diiginkan. Jika proses instalasi telah selesai maka file sistem dan folder akan tercopi ke hardisk sesuai dengan yang diiginkan.
c) Konfigurasi file telah dilakukan
Dalam proses instalasi tidak hanya memindahkan file dan folder dari master ke hardisk, melainkan sekaligus melakukan konfigurasi sesuai dengan letak dan fungsinya.
d) Muncul pesan instalasi telah berhasil
Setalah proses instalasi selesai akan muncul pesan bahwa proses instalasi telah berhasil dilakukan sesuai dengan yang diiginkan. Setelah peserta diklat mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam instalasi sistem operasi jaringan berbasis text dengan benar, kemudian peserta diklat dapat melakukan proses instalasi.
2) Proses Instalasi
Proses instalasi yang dipilih di sini menggunakan metoda dari CDROM sebagai media penyimpan file master instalasi. Untuk dapat melakukan instalasi sistem operasi Linux Redhat 9 dari CD-ROM, langkah pertama yang dilakukan adalah mengatur BIOS agar booting dari CD-ROM.
1) Urutan langkah-langkah instalasi sistem operasi Redhat Linux 9
dengan metoda dari CDROM yaitu :
· Melakukan setting BIOS agar boot dari CD-ROM
· Memasukkan CD # 1 Master Redhat Linux 9 ke dalam CD-ROM
dan lakukan boot ulang
· Pilih mode instalasi
· Lakukan pemilihan bahasa, keyboar, mouse dan lainnya
· Buatlah partisi hardisk minimal menjadi 2 yaitu /root dan swap
· Ikuti proses instalasi sampai selesai
· Boot ulang komputer.
Setelah melakukan setting BIOS masukkan CD #1 Master Linux Redhat
9 lalu komputer di restart sehingga komputer akan booting dari CDROM.
Setelah komputer booting dari CD, maka akan muncul menu tampilan pemilihan mode instalasi :
Dalam menu ini ada 3 pilihan yaitu mode instalasi dengan GUI atau instalasi berbasis text atau option 3. Untuk melakukan proses instalasi berbasis text pilihlah menu kedua dengan menuliskan Linux text lalu tekan tombol
Setelah memilih pilihan kedua yaitu mode text, maka akan dibawa ke menu instalasi Redhat 9 untuk melakukan pengecekan CD master instalasi yang akan digunakan sebagai master instalasi. Untuk melakukan pengecekan CD master dapat dipilih menu OK. Jika CD Master instalasi Redhat 9 dalam keadaan baik dapat dapat dipilih SKIP.
Jika memilih OK maka sistem akan melakukan pengecekan CD Master instalasi apakah masih baik atau ada kerusakan. Proses pengecekan memerlukan waktu yang cukup lama tergantung pada kecepatan baca CDROM untuk itu proses pengecekan CD master ini dapat dilewati sehingga akan mempercepat proses instalasi.
Setelah selesai melakukan pengecekan atau melewati menu pengecekan CD, maka akan muncul tampilan selamat datang
Dalam menu ini hanya ada satu pilihan yaitu OK sehingga harus dipilih
dengan menekan tombol
Pilih salah satu bahasa yang anda kuasai untuk melakukan proses instalasi. Sebagai default adalah bahasa Inggris.
Sistem instalasi akan mendeteksi mouse yang digunakan sesuai dengan yang digunakan. Kebetulan pada saat instalasi digunakan mouse PS/2 scroll.
Instalasi Redhat Linux 9 menyediakan 4 pilihan jenis instalasi yaitu sebagai Personal Komputer, sebagai Workstation, Sebagai Server atau Custom. Untuk sistem operasi jaringan maka pilihlah sebagai server
Dalam instalasi Redhat Linux 9, diperlukan partisi hardisk minimal menjadi 2 yaitu untuk /root dan swap. Untuk membuat partisi dapat dilakukan secara otomatik maupun manual. Jika hardisk yang digunakan sudah mempunyai partisi dengan format lain seperti Fat 16 untuk Windows 97, Fat 32 untuk win 98, ME atau NTFS untuk Win XP, 2000 dan NT, maka anda dapat mempertahankan
partisi sebelumnya dengan memilih pilihan Keep all partition and use existing free space. Pilihan Remove all partition on this system akan menghapus semua partisi dalam hardisk sehingga semua data akan hilang. Jika
hardisk yang digunakan untuk melakukan instalasi masih kosong sebaiknya pilih menu ini. Jika mengalami proses pembuatan partisi hardisk mengalami kegagalan, maka dapat dilakukan pengulangan proses partisi dengan kembali ke menu sebelumnya.
Proses partisi hardisk dapat dilakukan secara manual dengan fasilitas disk druid Dengan Disk Druid ini dapat dibuat partisi sesuai dengan kebutuhan. Jika Kita memiliki partisi sebanyak 3 yaitu masing-masing menggunakan format NTFS. Untuk membuat partisi baru pilih menu [NEW], untuk mengubah format partisi pilihlah [EDIT], dan untuk menghapus partisi yang sudah ada pilih DELETE]. Setelah anda melakukan proses partisi hardisk maka hasilnya akan terlihat minimal terdiri dari 2 partisi utama yaitu /root dan swap. Dalam instalasi sistem operasi berbasis Linux biasanya digunakan partisi yang cukup banyak yaitu /root, /boot, /home, /var, /usr dan swap.
Setelah proses partisi selesai dilakukan baik secara otomatis maupun manual, maka proses selanjutnya adalah pemilihan Boot Loader.
Boot loader merupakan software yang pertama kali dijalankan ketika komputer pertama kali dinyalakan. Software ini berfungsi pada saat loading dan transfer control untuk mengoperasikan sistem kernel software. Pengaturan boot loader mempunyai peranan yang penting jika komputer yang akan diinstal mempunyai sistem operasi lain maka dapat dipilih sistem operasi mana yang akan digunakan.
Redhat 9 menyediakan dua software boot loader yaitu GRUB dan LILO.
Sistem operasi Redhat Linux memerlukan setting konfigurasi jaringan. Program instalasi secara otomatis akan mendeteksi jenis network device yang sesuai. Selanjutnya masukkan alamat IP dan netmask.
Contoh penomoran IP Address adalah 192.168.10.100 Sedangkan untuk Subnetmask 255.255.255.0.
Pengaturan IP Address dan Subnet Mask harus disesuaikan dengan konfigurasi LAN yang dibangun agar masing-masing komputer dapat bekerja dengan baik.
Sumber : Materi Komputer
posted by Blogger Ade Yusup at 17.57
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home